Kejutan! Ternyata Dalang European Super League adalah Manchester United dan Liverpool
Selama ini, publik mengira Real Madrid adalah dalang di balik hadirnya Liga Super Eropa. Namun Joan Laporta selaku presiden Barcelona punya jawaban yang lebih tepat. JUDI BOLA ONLINE
Publik dihebohkan dengan 12 klub yang sekaligus mendeklarasikan diri sebagai pionir Liga Super Eropa. Meski pada akhirnya, satu per satu mereka cabut dan kini tinggal tiga tim lagi.
Liga Super Eropa ditentang keras oleh publik karena dianggap mengancam sportivitas. Mereka percaya ELS bertujuan untuk memperkaya klub-klub top Eropa sekarang.
Adalah Real Madrid yang paling sering dikaitkan dengan kompetisi ini. Mereka sering disebut penggagas karena presiden Florentino Perez pernah menyatakan ingin menggelar ajang Liga Super Eropa pada 2009.
Penggagas Utama ESL
Baru-baru ini, Joan Laporta selaku presiden Barcelona memberikan kabar mencengangkan. Ia mencontohkan Manchester United dan Liverpool sebagai penggagas utama terciptanya Liga Super Eropa, bukan Real Madrid. JUDI BOLA ONLINE
Manchester United, Liverpool dan empat raksasa Liga Inggris lainnya telah mengklaim terlibat dalam ESL. Namun, setelah mendapat tentangan dari berbagai kalangan, mereka memilih mundur.
"Liverpool dan United adalah pendiri sejati Liga Super," kata Laporta, seperti dikutip dari Daily Mirror.
ESL Masih Hidup
Dengan mundurnya Manchester United dan Liverpool, serta empat tim papan atas Inggris lainnya serta AC Milan, Atletico Madrid, dan Inter Milan, praktis ESL hanya menyisakan tiga klub. Yakni Barcelona, Real Madrid, dan Juventus.
Jika dilihat sekarang, Liga Super Eropa sudah dalam tahap sekarat. Tinggal sedikit lagi sampai api semangat penyelenggara padam. Namun, Laporta menegaskan bahwa proyek ESL masih berlangsung
"Proyek Liga Super masih hidup. Ini akan menjadi kompetisi paling menarik di dunia, dan akan didasarkan pada meritokrasi dan solidaritas."
Karena masih ngotot menggelar acara ini, hubungan Barcelona dengan UEFA renggang. "UEFA mengancam dan menggunakan pola hasutan. Klub masih belum membayar ganti rugi karena meninggalkan kompetisi," pungkas Laporta.


Komentar
Posting Komentar